Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 17 Sep 2025 13:15 WITA ·

Kesultanan Kutai Ing Martadipura Gelar Tradisi Haul Raja dan Sultan Jelang Erau


 Suasana haul para Raja dan Sultan Kutai yang penuh khitmad, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (17/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Suasana haul para Raja dan Sultan Kutai yang penuh khitmad, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (17/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka menyambut perayaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar tradisi haul atau pembacaan doa untuk para Raja dan Sultan yang telah mendahului. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh makna.

Tradisi haul para Raja dan Sultan Kutai ini digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pada Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai yang sebentar lagi resmi dibuka.

Ketua panitia internal Kesultanan Kutai, Pangeran Noto Negoro, menyebut peringatan Erau bukan sekadar ritual rutinitas. Namun memiliki makna mendalam bagi Kesultanan dan masyarakat Kutai Kartanegara.

Ia menjelaskan, Erau tahun ini bertepatan dengan dua momentum penting, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta hari jadi ke-243 Kota Tenggarong. Hal ini semakin menambah nilai spiritual dan sejarah dalam rangkaian kegiatan.

Dalam Kesempatan tersebut, masyarakat melaksanakan “Haul Jamak” yang kemudian dirangkai dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Doa bersama ini diharapkan sampai kepada para leluhur sekaligus menjadi momen refleksi bagi umat Islam.

“Wajib bagi kita sebagai generasi muda untuk mendoakan para leluhur, raja, dan sultan yang telah meletakkan pondasi adat dan adab, sehingga kita bisa menikmati kehidupan seperti sekarang,” ujarnya.

Pangeran Noto Negoro menegaskan, melalui momentum Erau, masyarakat Kutai Kartanegara diharapkan semakin kompak menjaga persatuan. Bahkan bisa memberikan kontribusi positif bagi Kalimantan Timur, termasuk dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Erau ini menjadi berkah kebersamaan. Jangan ada perpecahan, provokasi, atau saling menjatuhkan. Melalui adat dan budaya, kita justru harus memperkuat persaudaraan,” tegasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH