Menu

Mode Gelap
Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027 DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 17:15 WITA ·

Pembukaan Erau Adat 2025: Disdikbud Kukar Pastikan Unsur Sakral Tetap Dijaga Kesultanan


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama istri Bunda Ratu Sekar Asih, menyaksikan prosesi penyalaan api brong di depan Keraton, usai melaksanakan ritual sakral mendirikan Tiang Ayu sebagai penanda dimulainya Erau, Minggu (21/9/2025). (Foto. Dok: Awal) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama istri Bunda Ratu Sekar Asih, menyaksikan prosesi penyalaan api brong di depan Keraton, usai melaksanakan ritual sakral mendirikan Tiang Ayu sebagai penanda dimulainya Erau, Minggu (21/9/2025). (Foto. Dok: Awal)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Thauhid Afrilian Noor, memberikan penjelasan usai rangkaian pembukaan ceremony Erau Adat Kutai  2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025).

Thauhid menegaskan bahwa prosesi pembukaan yang berlangsung di stadion merupakan ceremonial event, sementara pembukaan sakral Erau sudah dilakukan lebih dahulu pada pagi harinya di Keraton Kesultanan Kutai.

“Alhamdulillah, walaupun sempat agak terlambat dari jadwal, semangat kita tetap terjaga. Apalagi ada tamu dari Ibu Menteri. Saya ingin mengingatkan, pembukaan sakral Erau itu sebenarnya sudah dilakukan pagi-pagi di Keraton, dengan prosesi mendirikan Tiang Ayu dan penyalaan berong. Nah, yang di stadion ini hanya seremoni, bukan bagian dari ritual sakral,” jelas Thauhid.

Ia mengakui jalannya acara di stadion masih perlu evaluasi, terutama soal ketepatan waktu.

“Seharusnya selesai jam 12 siang, tapi tadi agak molor. Ke depan, ini akan jadi bahan evaluasi agar tidak melewati waktu Zuhur. Karena kalau siang terlalu panas, kasihan para tamu dan peserta,” tambahnya.

Menurut Thauhid, pemerintah daerah berperan mendukung pelaksanaan Erau, sementara unsur kesakralan tetap sepenuhnya dijaga oleh pihak Kesultanan Kutai.

“Erau sakral itu dilaksanakan oleh Kesultanan. Pemerintah hanya mendukung dari sisi penyelenggaraan dan fasilitas. Jadi jangan sampai salah paham, seremoni yang kita lakukan ini bukan bagian dari prosesi sakral. Unsur tradisinya tetap utuh dijaga oleh pihak Kesultanan,” tegasnya.

Selain seremoni, pada hari yang sama juga resmi dibuka pameran Erau Expo di sekitar area stadion. Namun, karena keterbatasan waktu, Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana tidak sempat meninjau seluruh stan dan langsung melanjutkan agenda jamuan makan siang di Pendopo Odah Etam bersama pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut, Thauhid juga menyampaikan agenda masyarakat yang bisa disaksikan selama rangkaian Erau berlangsung.

“Untuk masyarakat yang ingin menyaksikan langsung ritual adat, bisa datang ke Keraton. Setiap malam hingga malam Senin, ada prosesi ritual yang digelar di sana. Nanti pada 25 September ada acara Beseprah, lalu dilanjutkan Berimbul pada 28 September,” ungkapnya.

Ia menutup dengan keyakinan bahwa nilai-nilai adat dan kesakralan Erau akan terus terjaga, karena dilaksanakan oleh Kesultanan yang memiliki otoritas penuh atas tradisi tersebut.

“Pemerintah hanya memberi dukungan, sementara sakralnya tetap dipegang Kesultanan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, identitas dan tradisi Erau akan selalu lestari,” pungkas Thauhid.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99

Festival Budaya Dayak Kenyah Jadi Sarana Pelestarian Tradisi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Pampang

25 Juni 2026 - 16:00 WITA

a96

HUT ke-53 Desa Budaya Pampang, Andi Harun Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya dan Kelestarian Alam

25 Juni 2026 - 13:00 WITA

a93
Trending di BERITA DAERAH