KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mengambil peran strategis dalam mengembangkan tren kopi keliling yang semakin ramai dijalankan anak muda di Tenggarong. Fenomena bisnis kopi bergerak ini dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber ekonomi kreatif baru yang perlu diarahkan dan dibina agar tumbuh berkelanjutan.
Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menyebut pihaknya melihat geliat kopi keliling bukan sekadar usaha musiman, melainkan peluang serius bagi pemuda untuk naik kelas melalui kreativitas dan inovasi. Karena itu, Dispora menempatkan pembinaan sebagai langkah utama untuk memperkuat ekosistem tersebut.
“Dispora ingin memastikan bahwa tren kopi keliling ini dapat berkembang menjadi usaha mapan. Peran kami adalah memberikan pembinaan dan pendampingan agar para pemuda memiliki kemampuan dan standar yang jelas dalam menjalankan usahanya,” tegas Dery, Senin (1/12/2025).
Salah satu ruang pembinaan yang didorong Dispora adalah keterlibatan pemuda dalam kegiatan komunitas barista yang rutin menggelar kompetisi bulanan. Ajang itu dinilai efektif sebagai tempat belajar mengenai teknik seduh, kreativitas menu, hingga pemahaman karakter rasa kopi.
Melihat besarnya antusiasme tersebut, Dispora Kukar mulai menyiapkan pola pelatihan terstruktur untuk penjual kopi keliling, mulai dari cupping, teknik seduh, hingga cara menjaga konsistensi bahan baku. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk yang dijajakan para pelaku usaha bergerak tersebut.
“Kualitas itu penting. Dengan pelatihan cupping dan teknik seduh yang benar, barista keliling bisa menghasilkan kopi yang tidak kalah dengan kedai tetap,” ujarnya.
Dispora juga menekankan penggunaan beans berkualitas sebagai standar baru bagi pelaku kopi keliling. Dery menilai robusta lokal yang kini banyak tersedia memiliki potensi besar untuk menjadi identitas rasa khas yang bisa diangkat dalam produk para pemuda.
Selain pelatihan teknis, Dispora Kukar turut mendorong strategi pemasaran kreatif agar usaha kopi keliling memiliki daya saing lebih kuat. Dari branding gerobak hingga penentuan titik jual, semua aspek dinilai bisa diperkuat melalui pembinaan yang tepat.
“Yang terpenting menggunakan biji kopi yang berkualitas dan memenuhi standar, usaha ini punya peluang besar berkembang,” tambahnya.
Melalui peran pembinaan, pendampingan, dan standarisasi kualitas, Dispora Kukar berharap kopi keliling dapat menjadi sektor ekonomi kreatif baru yang bermanfaat bagi pemuda Tenggarong.
Tidak hanya mendorong wirausaha baru, tetapi juga memperkuat identitas perkopian lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara.
ADV Dispora Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















