Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 5 Des 2025 19:15 WITA ·

Dispora Kukar Dorong Standardisasi Manajemen SSB Demi Pembinaan yang Lebih Terukur


 Tampak kegiatan rutin SSB Al Hidayah Vamous Soccer Tenggarong yang terus melakukan pembinaan bagi pesepak bola usia dini. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara mulai mendorong penerapan sistem manajemen yang lebih terstandardisasi di seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB). (Dok. Indirwan) Perbesar

Tampak kegiatan rutin SSB Al Hidayah Vamous Soccer Tenggarong yang terus melakukan pembinaan bagi pesepak bola usia dini. Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Kartanegara mulai mendorong penerapan sistem manajemen yang lebih terstandardisasi di seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB). (Dok. Indirwan)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutai Kartanegara (Kukar) mulai mendorong penerapan sistem manajemen yang lebih terstandardisasi di seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB). Langkah ini dinilai penting agar pola pembinaan usia dini berjalan lebih terarah dan mampu menghasilkan bibit atlet yang kompetitif.

Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan bahwa pembinaan tidak hanya bertumpu pada fasilitas latihan, tetapi juga pada tata kelola SSB yang profesional.

“Banyak SSB yang sudah berkembang pesat, tetapi belum memiliki struktur manajemen yang rapi. Ini berdampak pada konsistensi latihan, adminstrasi pemain, hingga perencanaan program jangka panjang,” ungkapnya, Jumat (5/12/2025).

Dispora kini menekankan pentingnya pencatatan data atlet, penyusunan kurikulum latihan, hingga pembagian tugas antara pengurus dan pelatih. Menurut Aji Ali, aspek itu kerap terabaikan, padahal sangat penting dalam memudahkan monitoring pembinaan.

“Kami ingin semua SSB punya pedoman pembinaan yang jelas. Dari jadwal latihan, rekam perkembangan pemain, sampai penilaian fisik dan tekniknya. Ini yang sedang kami dorong,” jelasnya.

Selain pendampingan, Dispora juga menyiapkan workshop manajemen SSB yang akan digelar secara bertahap di setiap kecamatan. Pelatihan ini akan melibatkan pengurus SSB, pelatih, dan komunitas sepak bola lokal.

Aji Ali menegaskan bahwa standardisasi bukan untuk membatasi kreativitas SSB, melainkan untuk memperkuat pondasi pembinaan jangka panjang.

“Kalau manajemennya kuat, pembinaan jadi lebih konsisten. Anak-anak bisa berkembang lebih baik, dan SSB bisa berkompetisi secara sehat,” tegasnya.

Dispora berharap dengan penguatan tata kelola ini, Kukar mampu menjadi salah satu daerah dengan ekosistem sepak bola usia dini paling siap di Kalimantan Timur.

 

ADV Dispora Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 101 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH