Menu

Mode Gelap
Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi Digagas Sejak 2015, Rusdiansyah Ingin Wisata Gunung Lonceng Dikembangkan Jadi Kawasan Terpadu Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

BERITA DAERAH · 17 Feb 2026 19:00 WITA ·

Danau Saguntur, Nadi Kehidupan Nelayan dan Mutiara Ekowisata di Hulu Mahakam


 Lanskap Danau Saguntur di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bagi masyarakat setempat, danau ini bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang menyatu dengan keseharian nelayan yang menggantungkan penghidupan dari kekayaan biota air tawar di dalamnya. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman. Perbesar

Lanskap Danau Saguntur di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Bagi masyarakat setempat, danau ini bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang menyatu dengan keseharian nelayan yang menggantungkan penghidupan dari kekayaan biota air tawar di dalamnya. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tepian Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, terbentang perairan tenang bernama Danau Saguntur. Bagi masyarakat setempat, danau ini bukan sekadar bentang alam, melainkan ruang hidup yang menyatu erat dengan denyut keseharian, terutama bagi para nelayan yang menggantungkan penghidupan dari kekayaan biota air tawar di dalamnya.

Pemandangan alami masih terjaga. Hamparan tumbuhan air tumbuh subur, sementara pepohonan besar berdiri kokoh di sepanjang tepian, menciptakan ekosistem yang ideal bagi berbagai jenis ikan untuk berkembang biak. Kondisi inilah yang menjadikan Saguntur sebagai salah satu kawasan tangkap sekaligus budidaya ikan yang penting bagi warga.

Sejumlah nelayan bahkan menambatkan keramba di danau ini. Selain perairannya relatif tenang, lokasinya juga terlindung dari gelombang besar yang kerap datang dari Danau Semayang maupun arus transportasi air. Faktor tersebut membuat Saguntur menjadi tempat yang aman sekaligus produktif bagi kegiatan perikanan masyarakat.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bertata Menata Tertata (BMT) Desa Sangkuliman, Rojali, menjelaskan bahwa posisi danau sangat strategis karena terhubung langsung dengan Sungai Mahakam dan Danau Semayang. Kedekatan dengan permukiman membuat danau ini sejak lama dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian, baik untuk menangkap ikan maupun budidaya.

Tak hanya berfungsi sebagai ruang ekonomi, Saguntur juga menjadi jalur transportasi penting bagi masyarakat perairan Mahakam tengah. Perairan ini kerap digunakan sebagai jalur pintas menuju ibu kota Kecamatan Kota Bangun. Warga dari Desa Melintang, Muara Enggelam, Semayang, Tubuhan, hingga Pela memanfaatkan jalur air ini untuk mobilitas sehari-hari.

Secara geografis, Danau Saguntur juga menghubungkan delapan “luah” atau jalur air kecil yang bermuara ke anak Sungai Mahakam hingga aliran utama sungai tersebut. Jaringan perairan ini menjadikan Saguntur memiliki peran vital, tidak hanya bagi ekosistem, tetapi juga bagi konektivitas wilayah dan aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Melihat potensi tersebut, Pokdarwis BMT Desa Sangkuliman terus mendorong pengembangan kawasan sebagai desa ekowisata berbasis lingkungan. Upaya itu dilakukan melalui edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga keseimbangan alam serta keberlanjutan sumber daya perairan.

“Danau Saguntur bisa dikunjungi saat air pasang besar maupun musim kemarau. Dengan lanskap yang masih alami, kehidupan nelayan yang autentik, serta peran ekologis yang kuat, danau ini perlahan dikenal sebagai destinasi wisata khas Sangkuliman sebuah oase tenang di jantung perairan Mahakam,” ujar Rojali.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 37 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi

11 Juli 2026 - 21:00 WITA

a285

Digagas Sejak 2015, Rusdiansyah Ingin Wisata Gunung Lonceng Dikembangkan Jadi Kawasan Terpadu

11 Juli 2026 - 20:00 WITA

a284

Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok

11 Juli 2026 - 19:00 WITA

a283

Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

11 Juli 2026 - 13:00 WITA

a278

Pemkot Balikpapan Siapkan Relokasi Usai Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah

10 Juli 2026 - 15:00 WITA

a273

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Warga Selamat Berkat Evakuasi Cepat

10 Juli 2026 - 14:00 WITA

a272
Trending di BERITA DAERAH