KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kasus gangguan saluran pernapasan di Kota Balikpapan mengalami peningkatan sepanjang Agustus 2026. Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, terutama di tengah munculnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Kepala Dinkes Kota Balikpapan, Dra. Alwiati, Apt., M.A.P., mengatakan peningkatan tercatat pada sejumlah kasus infeksi saluran pernapasan jika dibandingkan dengan Juli 2026.
Hal tersebut disampaikannya, Kamis (17/9/2026). Menurut Alwiati, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara mengalami penurunan, termasuk saat wilayah terdampak kabut asap.
“Agustus terdapat peningkatan kasus ISPA dibandingkan Juli. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat kualitas udara menurun,” kata Alwiati.
Berdasarkan data Dinkes Balikpapan, kasus acute nasopharyngitis atau common cold (J00) meningkat dari 5.861 kasus pada Juli menjadi 6.280 kasus pada Agustus. Jumlah tersebut bertambah 419 kasus atau sekitar 7,2 persen.
Peningkatan juga terjadi pada kasus acute pharyngitis (J02) atau radang tenggorokan akut. Dari 1.714 kasus pada Juli, jumlahnya naik menjadi 1.966 kasus pada Agustus, atau bertambah 252 kasus dengan persentase peningkatan sekitar 14,7 persen.
Sementara itu, peningkatan secara persentase paling tinggi tercatat pada kasus acute upper respiratory infection, unspecified (J06.9) atau infeksi saluran pernapasan atas yang tidak spesifik.
Kasus J06.9 meningkat dari 1.135 kasus pada Juli menjadi 1.361 kasus pada Agustus. Artinya, terdapat penambahan 226 kasus atau sekitar 19,8 persen.
Menurut Alwiati, peningkatan tersebut perlu direspons dengan langkah pencegahan, khususnya ketika masyarakat beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat paparan asap.
“Masyarakat perlu melakukan pencegahan agar tidak mudah mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.
Dinkes Imbau Warga Kurangi Aktivitas di Luar
Untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan, Dinkes Balikpapan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kabut asap mulai memengaruhi kualitas udara.
Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak, memperbanyak konsumsi air putih, serta menjaga pola makan dengan mengonsumsi makanan bergizi.
“Gunakan masker, kurangi aktivitas di luar, cukup minum dan konsumsi makanan bergizi,” kata Alwiati.
Selain itu, masyarakat diingatkan menjaga kebersihan tangan dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan hand sanitizer. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan mengurangi risiko penularan berbagai penyakit infeksi.
Alwiati juga meminta masyarakat tidak mengabaikan sejumlah gejala gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas maupun keluhan lainnya.
Jika gejala tersebut muncul dan tidak membaik, masyarakat diimbau segera memeriksakan kondisi kesehatan ke fasilitas pelayanan kesehatan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, termasuk anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu.
“Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan ISPA, terutama kelompok rentan,” pungkasnya.
Dinkes Balikpapan terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kualitas udara belum sepenuhnya stabil. Upaya pencegahan dan pengurangan paparan asap diharapkan dapat membantu menekan risiko gangguan pernapasan di tengah potensi karhutla.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















