Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

SENI BUDAYA · 18 Sep 2025 11:15 WITA ·

Erau Adat Segera Dimulai, Sultan Kutai Jalani Ritual Beluluh Awal di Kedaton


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Aji Muhammad Arifin, menjalani prosesi ritual Beluluh Awal sebelum dimulainya Erau Adat di Kedaton Kesultanan Kutai, Kamis (18/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pesta adat dan budaya Erau Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mulai terasa di Kota Raja Tenggarong.

Menjelang pelaksanaan Erau Adat Kuta tahun ini, kerabat Kesultanan terlebih dahulu menggelar ritual sakral bernama Beluluh Awal Sultan.

Upacara ini berlangsung di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kamis (18/9/2025) pagi.

Sejumlah perlengkapan khusus disiapkan, termasuk balai bambu kuning dengan 41 tiang berlapis kain kuning serta sesajen sebagai bagian dari persiapan ritual.

Kerabat Kesultanan, Pangeran Noto Negoro, menjelaskan bahwa prosesi Beluluh dilaksanakan sebagai tahap awal sebelum didirikannya Tiang Ayu. Istilah beluluh berasal dari dua kata, yakni buluh dan luluh.

“Makna dari prosesi ini adalah membersihkan diri seorang Sultan agar terbebas dari energi negatif, sehingga memunculkan energi positif,” terangnya.

“Dengan begitu, aura Sultan semakin kuat dan memberikan pengaruh besar dalam seluruh rangkaian prosesi adat Erau,” sambungnya.

Ia menambahkan, selama rangkaian Erau yang berlangsung 21–28 September, prosesi Beluluh Sultan akan dilaksanakan setiap hari di Kedaton, tepat setelah salat Asar atau saat matahari mulai terbenam.

Lebih jauh, Pangeran Noto Negoro berharap ritual ini tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga sarat makna yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

“Sebagaimana disebut dalam Undang-Undang Adat, ada empat nilai utama yang bisa diambil dan diimplementasikan oleh anak-anak muda maupun para pemimpin,” ujarnya.

“Dengan begitu, mereka memiliki dasar yang kuat berlandaskan nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Pemkab Kukar Perkuat Penataan Aset Daerah

20 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g74

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Kesultanan Kukar Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Budaya

20 Agustus 2026 - 12:00 WITA

g73

Jepen Street Dance Hidupkan Warisan Budaya Kaltim di Tengah CFD Samarinda

9 Agustus 2026 - 13:00 WITA

f11

Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

d56

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126
Trending di BERITA DAERAH