Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 15:15 WITA ·

Petala Borneo Tampil Perdana di Tenggarong Saat Erau 2025


 Komunitas musik tradisi Petala Borneo tampil memeriahkan pembukaan Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Komunitas musik tradisi Petala Borneo tampil memeriahkan pembukaan Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana pembukaan Festival Adat Erau Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 di Stadion Rondong Demang, Minggu (21/9/2025), terasa semakin istimewa dengan penampilan perdana grup musik Petala Borneo di Tenggarong. Momen ini menjadi panggung pertama mereka setelah resmi memperkenalkan nama baru sekitar tiga minggu lalu.

“Alhamdulillah, ini panggung pertama Petala di Tenggarong. Lebih spesial lagi karena bertepatan dengan momen kebudayaan di Erau,” ungkap Achmad Fauzi, founder Petala, usai tampil.

Dalam kesempatan tersebut, Petala Borneo membawakan dua lagu. Lagu pertama berjudul Erau Tenggarong yang diciptakan sendiri oleh personel mereka, sementara lagu kedua bertajuk Teluk Bentangis, karya almarhum seniman asal Tenggarong, Ismet Rijal.

Formasi yang tampil berjumlah 14 orang, terdiri dari dua vokalis, pemusik, serta backing vocal. Mereka tetap konsisten mengusung ciri khas musik tradisi dengan sentuhan kekinian. Instrumen khas Kutai seperti gambus, serta alat musik Dayak Benuaq seperti kelentangan dan gimar, dikolaborasikan dengan instrumen modern. Seluruh lagu dibawakan menggunakan bahasa Kutai, menambah kekuatan identitas lokal yang mereka usung.

“Konsep musik kami tidak ingin terikat genre tertentu. Kami lebih memilih mengeksplorasi bunyi-bunyian tradisi dan kearifan lokal tanpa menghilangkan rasa kekutaiannya. Biarlah audiens yang menafsirkan sendiri,” jelas Fauzi.

Penampilan perdana Petala Borneo semakin bermakna karena mereka tampil di hadapan para tamu penting, mulai dari Menteri Pariwisata RI, Gubernur Kalimantan Timur, hingga Bupati Kutai Kartanegara beserta jajaran pejabat daerah. Momen ini menurut mereka menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan musik tradisi Kutai ke panggung yang lebih luas.

“Lewat bunyi-bunyian ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak Kutai juga bisa mengenalkan kesenian dan kebudayaan daerahnya. Harapannya musik tradisi kita tidak kalah dengan musik luar, bahkan bisa jadi inspirasi bagi generasi muda,” tambah Fauzi.

Sebagai penutup, Fauzi dan rekan-rekannya berharap kesempatan tampil di pembukaan Erau 2025 menjadi langkah awal Petala Borneo untuk terus berkarya, melestarikan musik tradisi, dan mengenalkannya hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 115 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Pemkab Kukar Perkuat Penataan Aset Daerah

20 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g74

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Kesultanan Kukar Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Budaya

20 Agustus 2026 - 12:00 WITA

g73

Jepen Street Dance Hidupkan Warisan Budaya Kaltim di Tengah CFD Samarinda

9 Agustus 2026 - 13:00 WITA

f11

Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

d56

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126
Trending di BERITA DAERAH