Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 18:15 WITA ·

Dentuman Meriam Iringi Ritual Bepelas Sultan di Erau 2025


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, melaksanakan ritual sakral Bepelas di ruang pertemuan Keraton, Museum Mulawarman, Minggu (21/9/2025) malam. (Foto. Dok: Awal) Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, melaksanakan ritual sakral Bepelas di ruang pertemuan Keraton, Museum Mulawarman, Minggu (21/9/2025) malam. (Foto. Dok: Awal)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suara dentuman meriam menggema dari halaman Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Minggu (21/9/2025) malam. Suara ini bukan sekadar tanda perayaan, melainkan penanda dimulainya salah satu ritual paling sakral dalam rangkaian Erau Adat, yaitu Bepelas.

Ritual Bepelas dipimpin langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin. Dengan khidmat, Sultan melangkah menuju Tiang Ayu, sebuah tiang sakral yang menjadi pusat prosesi Erau. Dalam perjalanannya, Sultan memegang kain cinde dengan tangan kiri dan menggenggam tali juwita dengan tangan kanan, simbol keseimbangan antara adat, spiritualitas, dan kepemimpinan.

Setibanya di hadapan Tiang Ayu, Sultan kemudian menginjak pusaka Gong Raden Galuh. Saat itu pula dentuman meriam kembali dilepaskan, menegaskan momen sakral yang disaksikan oleh para kerabat Kesultanan, undangan, serta masyarakat yang hadir.

Bepelas bukanlah prosesi yang berdiri sendiri. Sebelum dilaksanakan, sejumlah ritual adat terlebih dahulu digelar. Di antaranya adalah prosesi merangin di Serapo Belian, kecuali jika jatuh pada malam Jumat, yang memiliki pengecualian khusus dalam adat.

Selain itu, pawang acara akan melantunkan mantra-mantra sakral untuk memanggil dan menghadirkan Dewa Karang serta Pangeran Sri Ganjur. Kedua sosok tersebut diyakini sebagai penjaga Tiang Ayu, yang berperan melindungi prosesi dari gangguan yang dapat mengganggu kekhidmatan jalannya ritual.

Menurut penuturan Raden Dedi, salah satu kerabat Kesultanan, Bepelas memiliki makna yang dalam bagi seorang Sultan.

“Bepelas ini dimaksudkan agar Sultan mendapatkan kekuatan dalam menjalankan tugas pemerintahan sekaligus melaksanakan adat,” ujarnya.

“Dengan kata lain, ritual ini bukan hanya simbol sakral, tetapi juga doa dan harapan agar Sultan senantiasa diberkahi kekuatan lahir dan batin,” sambungnya.

Ritual Bepelas umumnya dilaksanakan mulai malam pertama hingga malam ketujuh penyelenggaraan Erau. Prosesi ini telah dijalankan secara turun-temurun oleh para Sultan Kutai Kartanegara sebagai bagian tak terpisahkan dari pesta adat. Setiap detail gerak, mantra, dan simbol di dalamnya sarat makna filosofis, yang menggambarkan hubungan erat antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Selepas prosesi utama Bepelas selesai, para hadirin dipersilakan memasuki ruang utama keluarga Kesultanan. Di sana, suasana penuh khidmat tetap terjaga, dilanjutkan dengan beberapa rangkaian acara adat lainnya yang melengkapi perjalanannya.

Dentuman meriam yang terdengar di malam itu menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa Erau bukan sekadar pesta rakyat, melainkan ritual sakral dengan akar sejarah panjang. Bepelas menegaskan peran Sultan bukan hanya sebagai pemimpin pemerintahan, tetapi juga pemangku adat yang menjaga marwah dan keluhuran tradisi Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 137 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH