Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 22 Feb 2026 11:00 WITA ·

Luah Palla, Nadi Air yang Menyanyikan Kehidupan Sangkuliman


 Lanskap keindahan Luah Palla di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Aliran luah ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air sekaligus sumber penghidupan, mulai dari aktivitas perikanan hingga mobilitas warga sehari-hari. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman. Perbesar

Lanskap keindahan Luah Palla di Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara. Aliran luah ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat, dimanfaatkan sebagai jalur transportasi air sekaligus sumber penghidupan, mulai dari aktivitas perikanan hingga mobilitas warga sehari-hari. Dok: Rojali – Pokdarwis BMT Sangkuliman.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di sudut tenang Desa Sangkuliman, Kecamatan Kota Bangun, terbentang sebuah jalur air yang seolah menjadi urat nadi kehidupan warga. Namanya Luah Palla, percabangan sungai alami yang mengalir lembut di antara hijaunya pepohonan dan sunyinya alam yang masih terjaga.

Luah ini terhubung langsung dengan Danau Semayang, Danau Saguntur, hingga aliran anak Sungai Mahakam, membentuk rangkaian perairan sepanjang hampir tiga kilometer yang menyatukan banyak titik penting seperti Luah Kijang, Luah Ulaman, Tanjung Rappeh, Tanjung Palla, dan Luah Caki. Dari udara, bentang itu tampak seperti guratan alami yang membelah hamparan hijau hutan rawa.

Ketua Pokdarwis Bertata Menata Tertata (BMT) Sangkuliman, Rojali, menyebut Luah Palla bukan sekadar aliran air, melainkan bagian dari denyut kehidupan masyarakat setempat.

“Luah Palla tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi air, tetapi juga menjadi titik perairan khas yang mencerminkan keterkaitan masyarakat Sangkuliman dengan alam dan sungai,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Airnya yang tenang dan jernih menjadikan luah ini sebagai jalur utama perahu warga mulai dari perahu kecil, long boat, hingga kapal ferry yang menghubungkan aktivitas sehari-hari dan perjalanan antarwilayah. Di kiri dan kanan alirannya, pepohonan tua berdiri kokoh, menciptakan lorong alami yang sejuk dan menenangkan.

Bagi Pokdarwis BMT, Luah Palla juga menjadi “panggung” utama konsep wisata susur danau, sungai, dan luah. Wisatawan diajak menyusuri aliran air menggunakan long boat atau ces ketinting, menikmati harmoni alam yang jarang tersentuh modernisasi.

“Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, merasa kagum karena luah ini diapit danau serta aliran Sungai Mahakam. Pemandangannya benar-benar alami,” kata Rojali.

Saat musim pasang besar, jalur air kadang tertutup gulma. Namun, semangat gotong royong warga selalu hadir. Bersama komunitas, mereka membersihkan dan membuka kembali jalur tersebut agar tetap bisa dilalui.

Melihat potensi yang dimiliki, masyarakat dan Pokdarwis terus menjaga kawasan ini sebagai konservasi alam. Selain pariwisata, luah juga menopang perikanan dan aktivitas UMKM warga, menjadi fondasi ekonomi hijau yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar panorama memikat, Luah Palla juga menjadi ruang belajar ekologi. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan, tetapi juga memahami bagaimana alam, air, dan manusia hidup dalam keseimbangan.

Di sanalah, di antara riak air yang tenang dan bisik dedaunan, Luah Palla terus mengalir membawa cerita, harapan, dan kehidupan bagi Sangkuliman, desa ekowisata yang tumbuh dari keselarasan dengan alam.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH